Pelatihan TPQ

TPQ Nurul Ilmi MIN 1 Banyuwangi Gelar Pelatihan Membaca Al Qur’an dengan Metode Yanbu’a
(Sabtu, 30 Desember 2023) Suasana liburan tidak menyurutkan semangat dan motivasi TPQ Nurul Ilmi dalam berbenah. Liburan justeru menjadi pemantik jajaran dewan asatidz dan asatidzah TPQ Nurul Ilmi MIN 1 Banyuwangi mendulang ilmu dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilannya. Sebanyak lima puluh asatidz-asatidzah mengikuti pelatihan mahir membaca dan mengajarkan Al Quran dengan metode Yanbu’a.
Mereka sangat antusias mengikuti pelatihan demi meningkatkan kompetensi dalam rangka memberikan layanan terbaik untuk para santri. Pelatihan dilaksanakan sehari penuh mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Kegiatan dilaksanakan di kampus MIN 1 Banyuwangi menempati ruang baru bantuan SBSN tahun 2023 yang baru selesai dibangun.
Menurut Direktur TPQ Nurul Ilmi, para asatiz-asatizah berasal dari berbagai pondok pesantren. Kemampuan mengajar mereka beragam, karena metode yang digunakan berbeda. Ada yang menggunakan metode Qira’ati, Iqra’, dan lainnya. “Para asatiz-asatizah menggunakan metode yang beragam saat mengajar. Maka sangat diperlukan adanya penyeragaman metode dalam mengajar agar hasilnya lebih maksimal,” ungkap Mustakim selaku Direktur TPQ Nurul Ilmi MIN 1 Banyuwangi.
Guna mendapatkan hasil yang maksimal, pelatihan membaca Al Quran dengan metode Yanbu’a ini menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Direktur TPQ Nurul Ilmi menghadirkan Ustaz Khoirul Anam dari dewan pengajar metode Yanbu’a Kabupaten Banyuwangi yang telah tersertifikasi.
Para peserta yang berjumlah lima puluh orang sangat antusias mengikuti pelatihan. Mereka menyamakan persepsi dan cara dalam mengajarkan membaca Al Quran sesuai dengan teknik yang dipakai dalam metode Yanbu’a. Meski para asatiz dan asatizah tersebut telah menguasai cara mengajarkan Al Quran dengan metode yang lain, mereka rela mengosongkan diri dan siap mengisi dengan metode yang telah disepakati untuk digunakan di TPQ Nurul Ilmi MIN 1 Banyuwangi yaitu meode Yanbu’a.
“Kami para asatiz dan asatizah ingin memberikan layanan prima kepada para santri. Kami harus berbenah dan mau belajar metode Yanbu’a karena selama ini metode yang digunakan beragam, sehingga mengganggu kelansungan santri dalam belajar. Kan antara metode Qira’ati, Iqra, dan lainnya mempunyai teknik yang berbeda, ketika santri naik tingkat dengan pengajar yang berbeda akan berubah pula teknik yang dipelajari dalam membaca Al Quran, terutama lagu atau iramanya,” tambahnya.
Mohammad Haris jamroni selaku Kepala Madrasah menyampaikan harapan dalam sambutannya, "Semoga dengan pelatihan ini semakin meningkatkan kualitas TPQ Nurul Ilmi dan MIN 1 Banyuwangi secara keseluruhan. dikarenakan saat ini para kompetitor kita juga sudah melakukan apa yang MIN 1 Banyuwangi lakukan, maka kita harus berinovasi lagi agar semakin maju didepan, kalau tidak maka kita akan kalah dan tergilas oleh mereka."
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- Tim Voli Putra MIN 1 Banyuwangi Raih Juara 2 di MACS 3.0 di MTsN 3 Banyuwangi
- Pengukuhan Pengurus OSIM MIN 1 Banyuwangi Periode 2025/2026, Wujud Pembelajaran Kepemimpinan Siswa
- Kepala MIN 1 Banyuwangi Tandatangani Perjanjian Kinerja 2026
- Peringatan Isra Mikraj di MIN 1 Banyuwangi Dikemas dengan Cerdas Cermat Berbasis Quizziz
- Out Bound DWP MIN 1 Banyuwangi Pererat Harmonisasi Kekeluargaan
Kembali ke Atas





