• header1
  • header2

Selamat Datang di Website MIN 1 BANYUWANGI. Madrasah Inovatif, Kompetitif dan Berkualitas

Pencarian

Kontak Kami


MIN 1 BANYUWANGI

NPSN : 60715858

Jl. Ikan Wijinongko No. 10 Sobo Banyuwangi


min1banyuwangijoss@gmail.com

TLP :


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 9942
Pengunjung : 3763
Hari ini : 5
Hits hari ini : 18
Member Online : 0
IP : 3.237.29.69
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Buku Paket dan LKS, Layakkah Dibanding-bandingke?




Buku Paket dan LKS, Layakkah Dibanding-bandingke?

 Oleh Wawan Teer

 

Dunia pendidikan begitu dinamis dengan beragam problematikanya. Masih ingat dengan semboyan Ki Hajar Dewantara? Ing Ngarsa Sun Tuladha. Ing Madya Mangun Karsa. Tutwuri Handayani. Tiga kalimat yang begitu mendalam maknanya. Bagaimana tiga pilar pendidikan yaitu orang tua, masyarakat, dan sekolah perlu saling memahami, komunikasi, dan menjaga.

Farel dengan lagu Ojo dibanding-bandingke patut menjadi bahan renungan bagi guru, orang tua, dan komite sekolah. Setiap orang atau sesuatu hal memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Membandingkan dua atau lebih sesuatu yang sepadan perlu mengedepankan asas manfaat dan keefektifan. Contohnya membandingkan buku paket dan LKS, tidaklah cukup hanya membandingkan dari satu sudut pandang. Perlu pandangan secara komprehensif dari stakeholder yang berkepentingan yaitu orang tua, madrasah, dan komite sekolah.

Di tahun belakangan ini banyak sekolah yang memilih menggunakan buku LKS sebagai pegangan muridnya. Namun, ada juga sekolah yang memilih buku paket. Lalu bagaimana dengan sekolah anda? Bingung? Jangan dulu bingung apalagi menghakimi pilihan dari sekolah tersebut. Menyalahkan dari satu sudut pandang kita saja tentu kurang bijak, pasti ada alasan yang menjadi pertimbangan bagi sekolah-sekolah tersebut untuk menggunakan buku paket atau buku LKS sebagai pegangan murid-muridnya.

Sebelum lebih jauh kita membandingkan keduanya, mungkin kita harus tahu dulu apa dan bagaimana buku paket dan LKS itu. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) buku paket adalah buku cetak yang menjadi acuan mata pelajaran tertentu, sedangkan buku LKS merupakan lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik (Depdiknas, 2004;18). Berdasarkan pengertiannya sudah jelas bahwa keduanya bermanfaat untuk siswa.

Lantas kenapa sekarang seolah-olah ada anggapan bahwa lebih baik buku paket dari pada buku LKS atau sebaliknya. Kenapa beberapa sekolah memilih salah satu dari keduanya? Tentu ada alasan dan pertimbangan yang dipilih oleh sekolah tersebut agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan baik. Mari kita telaah lebih dalam lagi.

Kelebihan dari buku paket adalah cakupan dan ulasan materi lebih lengkap. Kita ketahui Bersama bahwa buku paket memiliki halaman yang lebih tebal, hal itu memungkinkan cakupan isi materi lebih banyak dan lengkap, sehingga dimungkinkan siswa mendapat materi yang kompleks pada buku tersebut. Kelemahan dari buku paket tentu saja harga yang relatif lebih mahal daripada buku LKS. Tentu kondisi saat ini yang baru saja lepas dari badai pandemic Covid-19 harga akan menjadi pertimbangan utama bagi orang tua. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah serba sulit, apalagi membeli buku paket bagi anaknya dengan harga yang mahal tentu menjadi hal berat.

Akhirnya orang tua memilih buku LKS untuk anak-anaknya. Buku LKS memiliki kelebihan dalam harga beli yang lebih murah dari pada buku paket. Hal itu dimungkinkan karena jumlah halaman yang jauh lebih sedikit dibandingkan buku paket. Kekurangannya tentu saja buku LKS memuat materi ajar yang singkat, istilahnya hanya rangkuman pokok materi pembelajaran, dan selebihnya adalah Latihan soal-soal pada pelajaran tersebut. Hal ini tentu saja baik untuk siswa dalam melatih pengetahuan dan pemahaman dengan mengerjakan soal-soal sesuai materi yang telah diajarkan oleh guru.

Tinggal bagaimana sekolah dan orang tua menyikapi hadirnya buku paket dan LKS. Keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka perlu adanya komunikasi antara sekolah dan orang tua dalam menentukan penggunaan buku, pilih buku paket atau LKS. Semua dimusyawarahkan dengan dempkratis yang muaranya pada rasa nyaman dan manfaat bagi anak didik (siswa) dalam belajar.

Kesimpulannya, hadirnya kedua buku itu baik dan sangat bermanfaat untuk siswa dalam membantu memahami materi pembelajaran. Bola keputusan ada di tangan madrasah, orang tua siswa dan komite dalam menentukan pilihan buku yang akan dipakai sebagai sumber dan bahan ajar di sekolah. Pilih buku paket atau buku LKS, bahkan kalau disepakati dan memungkinkan dua-duanya bisa dipakai agar pembelajaran menjadi semakin dinamis dan variatif Jadi, buku paket dan LKS adalah untuk teman belajar siswa, bukan untuk dibanding-bandingke. Setuju?**

 

*Guru MIN 1 Banyuwangi




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas